Lomba Menurunkan Kolesterol

Lomba Menurunkan Kolesterol

Posted on Posted in Catatan Reporter

Lomba Menurunkan Kolesterol

Ada tes di tempat kerja saya dulu yang kerap jadi momok bagi banyak orang ketika mereka sudah dinyatakan diterima sebagai karyawan kontrak. Karena untuk menaikkan status kerja, mereka harus lolos dari tes kesehatan.

Tesnya sih sebetulnya biasa. Namun, standar tuntutannya itu yang luar biasa.

Apalagi urusan kolesterol! Selisih nol koma sekian saja dari standar yang ditetapkan, bisa beralamat status tidak berubah-ubah, lho!

Parahnya, saya dan rekan-rekan kala itu yang tergolong baru di Batam, sangat tergila-gila dengan nasi Padang yang konon banyak sekali mengandung unsur lemak dan kolesterol.

Bayangkan saja, setiap hari saat menjelang maghrib, aba-aba siapa yang akan pesan nasi padang sudah diumukan. Karena pesannya banyak, kami bisa delivery services waktu itu.

Di kemudian hari saat waktu tes percobaan pertama dilakukan, bisa ditebak, hampir satu ruang redaksi langsung stres demi melihat angka kolesterol yang jauh di atas angka batas kolesterol yang ditetapkan.

Saya sendiri meski memiliki tubuh yang tergolong ceking dan berkemungkinan untuk jauh dari urusan kolesterol atau bahkan kekurangan kolesterol, sempat takut juga dengan urusan keketatan poin angka kolesterol tersebut.

Walhasil sebelum tes, beraksilah saya menggunakan cara-cara yang saya pikir mampu menurunkan kadar kolesterol di tubuh saya.

Cara a la saya waktu itu antara lain dengan memulai hidup gaya vegetarian, rajin mengonsumsi bubuk gandum untuk sarapan pagi, sampai rajin minun teh hijau.

Vegetariannya pun sampai kebablasan. Pasalnya, saya hanya mengonsumsi sayur dan buah saja untuk makan siang. Paginya, sering tidak sarapan.

Belum lagi aksi minum teh hijau yang rajin saya lakukan. Padahal saya punya riwayat maagh dan darah rendah.

Untungnya meski memiliki pola makan yang mengkhawatirkan, kebiasaan ngemil saya jalan terus!

Hihihi, ini kalau dibaca orang ahli kesehatan, bisa ditertawakan kali ya?

Judulnya aksi menurunkan kolesterol, caranya salah, eh ngemilnya malah jalan terus. Tips kesehatan yang ngawur! *ngakak

Tapi hasilnya, tentu saja saya bisa sukses lolos dari batas kolesterol yang ditetapkan. Malahan, angkanya jauh dari batas yang ada!

Sedangkan beberapa teman saya yang tidak lolos dari tes kesehatan, terpaksa mengonsumsi obat yang disarankan untuk menurunkan angka kolesterol.

Obat ini efeknya cepat, dan beberapa rekan saya pun bisa lolos dari tes kesehatan tersebut.

Tapi kalau ada yang mau menyalahkan nasi padang yang katanya mengandung kolesterol, sebetulnya nggak benar juga sih.

Karena buktinya, teman saya Zuhri waktu itu telah membuktikan bahwa nasi Padang tidak melulu bersahabat dekat dengan kolesterol.

Kawan saya yang namanya Zuhri itu notebene orang Minang asli. Hobinya, makan nasi Padang.

Eh tapi sewaktu dites kesehatan, kolesterolnya bisa juga kok berada di bawah standar.

Mengetahui hal itu, tentu saja para kru redaksi jadi takjub.

Sampai-sampai di kemudian hari, beredar julukan untuk Zuhri.

Ia disebut-sebut sebagai satu-satunya orang Minang yang bisa sukses dengan mudah lolos dari momok kolesterol!

Sementara beberapa rekan saya lainnya yang orang Minang, banyak sekali yang sulit lolos dari jeratan batas angka kolesterol.

Urusan antiSARA rupanya memang tidak bisa dimasukkan dan dihubungkan dalam ranah kuliner dan kesehatan yah?

 

Silakan bagikan artikel ini jika bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *