Ketika Roti Buaya Singgah di Pulau Penyengat

Posted on 1 CommentPosted in Catatan Perjalanan

             Roti buaya memang masuk dalam tradisi pernikahan Betawi. Namun roti itupun akhirnya singgah juga di Pulau Penyengat kala berlangsung pernikahan H Ahmad Faruk dan Nurliza, Sabtu (12/11) kemarin.             Karena Faruk, mempelai pria berasal dari Jakarta, ia pun akhirnya meminang Nurliza yang berasal dari Pulau Penyengat dengan membawa kue buaya dalam 34 macam hantarannya. […]

Gazal dari Penyengat, Seni Melayu yang Makin Langka

Posted on Leave a commentPosted in Catatan Perjalanan

Musik asli khas melayu yang satu ini memang unik. Untuk memainkannya diperlukan beberapa alat musik seperti harmonium, tabla, marakas, gambus, gitar, biola, tamborin, gendang, dan rebana. Uniknya dari sekian alat musik yang digunakan itu, permainan individulah yang menonjol. “Coba dengarkan waktu gazal dimainkan. Sepertinya semua alat musik itu bermain sendiri-sendiri. Ketukannya nggantung. Kalau biasanya musik […]

Salam untuk Ayah

Posted on Leave a commentPosted in Fiksi Remaja

           “Salam untuk ayahmu, ya,” Ari melambaikan tangannya tanda berlalu meninggalkan May dan Vani. Sementara itu kedua gadis tersebut sesaat bingung tidak mengerti.             “Salam untuk ayahku? Tumben!” batin May tak mengerti. Namun sejenak ia melupakannya. Jus alpukat dengan campuran warna susu coklat membuat May larut. Ia aduk minuman favoritnya itu hingga larutan hijau membaur […]

Playgirl

Posted on 1 CommentPosted in Fiksi Remaja

                “Iya Rin, masa gue dikatain cewek playgirl, tukang rebut pacar orang. Ya, gue nggak terima dong!” sungut Vela. “Ya udah, dicuekin aja,” cuman itu yang keluar dari mulut gue. Nggak tahu kenapa, rasanya lagi nggak mood banget ngedengerin Vela kali itu. “Nggak bisa Rin, nggak terima gue. Pokoknya…” dan serenteng celotehan […]

Puteri Tidur

Posted on 5 CommentsPosted in Fiksi Wanita

            Dari kecil aku begitu terbiasa melihat kebiasaan ibu yang tidak seperti ibu dari teman-temanku lainnya. Ia selalu memutuskan meninggalkan pekerjaannya yaitu menulis dan membaca untuk kemudian pergi ke peraduan. Ia tak akan pernah benar-benar menuntaskannya, meninggalkan sejenak segala aktivitasnya, tidur, dan baru kembali melanjutkannya. Saat ibu tidur, sering kutemui ada buku dengan halaman terbuka […]