Yang Mana Sih Artisnya

Yang Mana Sih Artisnya?

Posted on Posted in Catatan Reporter

Yang Mana Sih Artisnya

Seumur-umur meliput artis, inilah cerita pengalaman saya yang bisa dibilang paling memalukan dan paling menyebalkan.

Kala itu, saya memang masih berstatus baru menjadi reporter beberapa bulan, dan baru pertama kali itu juga meliput artis.

Namun, pengalaman pertama saya meliput arti ndilalah harus teruji dengan artis asal Singapura dan Malaysia yang jujur, sama sekali saya tidak mengenalnya. Tapi karena saya harus meliputnya, ya tentu saja saya tidak punya pilihan lain.

Saat itu, artis asal Malaysia dan Singapura tersebut mengadakan konser di lapangan Pamedan Tanjungpinang.

Dengan semangat dan hanya bermodalkan info sekedarnya, meski hari masihlah siang, saya sudah langsung menuju lapangan Pamedan dan menunggui latihan para artis yang sedang mempersiapkan diri untuk acara malam harinya.

Saat datang di sana, celingak celinguklah saya tanpa bisa berkomunikasi dengan siapa-siapa.

Sementara itu, beberapa orang di sekitar saya sibuk berkomunikasi dengan bahasa yang tidak saya ketahui artinya. Ada sesekali bahasa Inggris, namun selebihnya kembali mereka menggunakan bahasa Melayu yang sangat tidak saya mengerti waktu itu.

Apalagi, kala itu baru sekitar dua bulan saya menginjakkan kaki di tanah melayu. Hasilnya, saya tidak bisa menangkap pembicaraan apapun!

Diam, dan hanya diam sambil sibuk memerhatikan interaksi orang-orang di sekitar, saya pun masih tetap celingukan sambil membatin, “Yang mana sih artisnya?” dengan nada dongkol dan kesal karena tidak bisa kunjung bertanya apa-apa.

Saya pikir waktu itu, coba saja kalau saya kenal mereka, tahu siapa mereka, atau kalaupun penyanyi, tahu lagunya apa. Namun jangankan itu. Sekali lagi, yang mana artisnya saja saya sama sekali tidak tahu!

Untungnya, tak lama kemudian, ada Bang Haris, seorang reporter dari Sijori Mandiri yang rupanya cukup mengenal para artis tersebut.

Iri sekali rasanya waktu melihat Bang Haris bisa langsung menyapa, berdialog dengan lancar, bahkan bertanya ini itu. Tapi tetap saja, saya yang waktu itu masih baru mengenal ranah Melayu, tidak tahu apapun tentang apa yang sedang diobrolkan oleh orang-orang di sekitar saya.

Yang membuat saya malu, Bang Haris lah yang justru memperkenalkan saya dengan para artis tersebut. Saya cuma bisa cengar cengir malu berada di tengah-tengah mereka yang justru bersikap ramah kepada saya.

Intinya, mereka memang tahu jika sedari tadi saya ada di situ, namun tidak tahu jika saya adalah seorang reporter yang ingin meliput mereka.

Sampai pada malam harinya, ketika acara berlangsung, saya kembali menjadi orang asing di tengah semua orang yang begitu mengenal artis yang sedang bernyanyi di atas panggung.

“Awie… Awie…” teriak para penonton yang sesekali turut bernyanyi menirukan seperti yang sedang didendangkan oleh orang yang sedang mereka elu-elukan itu.

Meskipun memang si artis ini saya akui cakep, tetap saja, hati saya cuma selalu bisa dongkol dengan kegiatan liputan kali itu. Sudah lagunya saya tidak tahu, berirama Melayu Malaysia lagi yang jujur, bukanlah selera musik saya!

Tapi meskipun begitu, saya salut dengan keramahan para artis tersebut. Meski jelas-jelas semua orang yang ada di tempat itu tahu lagu tersebut, si Awie, artis Malaysia itu, masih dengan ramahnya meladeni saya yang cuma bisa bertanya saat wawancara, “Tadi judul lagunya apa ya?”

Hm, kalau saya yang jadi artisnya, pasti sudah saya tinggal barangkali ya wartawan yang nggak gaul seperti ulah saya itu! Hahaha…

 

Silakan bagikan artikel ini jika bermanfaat

6 thoughts on “Yang Mana Sih Artisnya?

  1. Lo mbak, kalau dilagu-lagu kok kayak enggak beda dengan BI ya. Memang agak beda di nada yang lebih kemelayu-melayuan tapi saya ngerasa bisa memahami maksdnya gitu. Apa beda ya dengan bahasa pergulan sehari-hari..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *